Gojek memutuskan kerjasama dengan salah satu driver ojek atau ojol online yang kabur membawa kamera pengguna Sony FX30 seharga Rp 28 juta.
Sebelumnya, pengguna Gojek Ricky (34) membeli kamera Sony FX30 di sebuah toko di Mangga Dua, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pekan lalu (15/5). Pihak toko kemudian menyarankan untuk memesan layanan GoSend untuk pengiriman.
Kamera seharga Rp 28 juta itu dikirim ke alamat seorang teman bernama Fariz. Namun pesanan tidak pernah diterima oleh temannya, padahal status pesanan tercatat sudah diantar ke alamat tujuan.
Setelah menghubungi tokonya, Ricky mendapatkan foto kartu identitas (KTP) pengemudi ojek online atau Gojek dengan nama akun Rendi Ramadhani Pratama.
Berdasarkan hasil investigasi, Corporate Affairs Product Communication Head Gojek Rosel Lavina mengatakan oknum yang terlibat ojek online atau pengemudi ojol tidak mengantarkan barang pesanannya ke alamat tujuan.
“Untuk itu kami mengakhiri kerja sama dan melakukan blacklist agar yang bersangkutan tidak lagi mendaftar di ekosistem Gojek,” kata Rosel dalam keterangan media, Selasa (23/5).
“Kami sangat menyesal dan meminta maaf atas apa yang terjadi pada Fariz,” kata Rosel. “Keamanan dan kenyamanan pelanggan yang menggunakan layanan Gojek adalah fokus utama kami.”
Gojek tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran dan kejahatan, termasuk pencurian barang. Selain itu, pihaknya akan selalu mengambil tindakan tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Langkah ini bertujuan untuk melindungi konsumen dan nama baik jutaan mitra Gojek yang telah bekerja dengan jujur,” ujarnya.
Gojek juga memproses klaim harga produk dan refund kepada pelanggan sesuai ketentuan yang berlaku.
Proses ini akan memakan waktu maksimal 14 hari kerja bagi perusahaan asuransi untuk menyetujui nilai klaim dan melakukan pembayaran ke nomor rekening nasabah.