liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
Pendiri Twitter Akui Menyesal Jual Twitter ke Elon Musk

Pendiri dan mantan CEO Twitter Jack Dorsey secara terbuka menyatakan penyesalan dan mengkritik kepemimpinan Elon Musk di Twitter.

Dalam postingannya di media sosial Bluesky, Jumat (28/4), dia menyebut Elon Musk harus menjauhi upaya pengambilalihan tahun lalu.

Bluesky adalah platform media sosial baru yang panas, dan telah disebut-sebut sebagai alternatif potensial untuk Twitter. Saat ditanya oleh pengguna Bluesky apakah Elon Musk adalah pemimpin yang tepat di Twitter, Dorsey menjawab Tidak.

“Saya kira dia tidak bertindak dengan tepat setelah menyadari waktu kedatangannya yang buruk,” katanya seperti dikutip CNBC International.

Dia juga mengungkapkan penyesalannya, “Saya juga tidak berpikir dewan memaksa penjualan.”

Sebelumnya, Dorsey menyebut Musk sebagai satu-satunya solusi untuk mengambil alih Twitter. “Saya percaya pada misinya untuk memperluas cahaya kesadaran,” cuitnya pada April 2022.

Sudah setahun sejak pendapatnya tentang Musk, Dorsey akhirnya mengungkapkan penyesalannya.

Di tengah penyesalannya, Dorsey mengungkapkan bahwa dia senang platform media sosial baru seperti Bluesky sedang dibangun.

Dorsey telah mendukung Bluesky sejak 2019, saat dia masih menjadi CEO Twitter.

Elon Musk resmi membeli Twitter seharga $44 miliar pada Oktober 2022. Hari pertama menjadi pemilik perusahaan, orang terkaya di dunia itu langsung memecat tiga petinggi perusahaan, yakni Chief Executive Officer (CEO) Twitter Parag Agrawal, Chief Petugas Keuangan (CFO) Ned Segal, dan Kepala Urusan Hukum dan Kebijakan Vijaya Gadde.

Ia juga menerapkan PHK bagi sekitar 7.500 karyawan Twitter sejak mengambil alih perusahaan hingga akhir Februari 2023.

Selain itu, Musk membuat perubahan kebijakan dan perubahan besar pada fitur Twitter yang mengguncang kepercayaan pengiklan, politisi, dan selebritas.

Banyak yang secara terbuka mengumumkan keputusan untuk meninggalkan atau mengurangi penggunaan platform Twitter mereka, termasuk Elton John, Jim Carrey, agen angkutan umum Kota New York MTA.