liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
Startup Kesehatan Mental Riliv Alami Lonjakan Permintaan 800%

Startup kesehatan mental Riliv telah mengalami lonjakan permintaan sebesar 800% untuk konsultasi online pasca-coronavirus. Hal ini terlihat sebagai tanda bahwa semakin banyak orang yang menyadari pentingnya kesehatan mental dan peningkatan kualitas hidup, baik secara fisik maupun mental.

“Mereka merasa nyaman dengan konsultasi online,” ujar Co-Founder Riliv Audrey Maximillian Herli dalam keterangan media, Rabu (24/5). “Oleh karena itu, prioritas sistem online tetap ada.”

Perusahaan menyatakan lebih dari 900 ribu orang mengunduh aplikasi Riliv. Selain itu, lebih dari 100 psikolog profesional telah bergabung dalam inisiatif ini.

Riliv menyebutkan bahwa ada tiga fitur favorit di aplikasi ini, yaitu konseling, penjurnalan, dan meditasi untuk pengguna individu dan karyawan perusahaan.

Menurut Maxi, pandemi Covid-19 menyebabkan masyarakat mengalami kecemasan, depresi, trauma atau sindrom psikologis lainnya. Di sisi lain, meningkatnya tingkat pendidikan dan ekonomi di Indonesia telah meningkatkan kesadaran tentang kesehatan jiwa dan menghilangkan stigma penyakit jiwa dari waktu ke waktu.

“Faktor-faktor ini berperan penting dalam membentuk kesiapan pasar untuk menormalkan penggunaan layanan kesehatan mental,” katanya.

Meskipun kesadaran kesehatan mental meningkat, fasilitas medis dan psikologis dianggap tidak memadai untuk menangani permintaan yang terus meningkat.

Menurut Kementerian Kesehatan alias Kementerian Kesehatan, hanya 50% dari 10.321 Puskesmas atau Puskesmas yang memberikan layanan kesehatan jiwa. Selain itu, empat provinsi masih kekurangan layanan kesehatan jiwa, dan hanya 40% rumah sakit umum yang memiliki fasilitas.

Rasio psikiatri di Indonesia juga dinilai sangat timpang, yakni satu banding 227.000 orang. Angka tersebut jauh dari rasio ideal yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu satu dari 30.000 orang.

Selain itu, persebaran psikiater sangat terkonsentrasi di kota-kota di Pulau Jawa, sehingga akses pelayanan kesehatan jiwa tidak merata di seluruh tanah air.

Untuk memperkuat jejaring kesehatan jiwa di Indonesia, pemerintah mendorong kolaborasi antara pemerintah, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga swasta, organisasi profesi, komunitas, dan startup lainnya untuk mengembangkan pendekatan terpadu dalam upaya kesehatan jiwa.

“Kami bermimpi seluruh rakyat Indonesia harus sehat jiwanya,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat Indonesia menganggap kesehatan mental sebagai kesehatan fisik. Selain itu, tidak ada lagi stigma bahwa orang yang berkonsultasi dengan psikolog itu aneh atau gila.

Menurutnya, akan lebih baik jika ada pemahaman yang lebih tentang orang dengan masalah kesehatan mental. Dengan begitu, lebih banyak orang bisa bahagia dan hidup bermakna bagi diri sendiri dan lingkungan.

East Ventures adalah salah satu modal ventura yang mendukung startup kesehatan mental, termasuk Riliv. “Kami percaya menjaga kesehatan mental sama dengan menjaga kesehatan fisik,” ujar Operating Partner East Ventures David Fernando Audy.